Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Cagar Budaya di Kota Tabanan Memiliki Daya Tarik Mancanegara

Salah satu kota yang mendapat penghargaan adalah keberadaan Cagar Budaya di Kota Tabanan. Cagar budaya ini ternyata telah ditetapkan oleh UNESCO dan berada di Kawasan Jatiluwih.

Sejak dijadikan sebagai Cagar Budaya, banyak para wisatawan asing yang ingin berkunjung untuk menikmati keindahan dan keberagaman budaya yang dimiliki oleh masyarakat setempat.

Adapun tempat yang dijadikan cagar budaya adalah Pura. Kehadiran pura yang jumlahnya cukup banyak dikarenakan mayoritas masyarakat Bali menganut agama Hindu.

Keberadaan sejumlah Pura ini dijadikan sebagai tempat beribadah dan memiliki fungsi masing masing. Ditambah dengan keindahan wisata alam dan kuliner lainnya membuat kota Tabanan menjadi tempat wajib dikunjungi.

Daftar Pura yang Menjadi Cagar Budaya

Terdapat enam Pura yang dijadikan Cagar Budaya di Kota Tabanan. Keenam Pura yang dijadikan Cagar Budaya tersebut ternyata memiliki arti dari dan fungsi masing masing sesuai sejarahnya.

Pertama yaitu Pura Luhur Batukaru. Pura ini dijadikan sebagai tempat ibadah untuk meminta kemakmuran dan keselamatan hidup masyarakat setempat. Pura ini memiliki ketinggian 833 mdpl (meter dalam permukaan laut).

Selanjutnya adalah Pura Luhur Tamba Waras. Pura satu ini memiliki arti sebagai tempat untuk memohon keselamatan lahir dan batin. Pura ini memiliki luas sekitar 15 hektare. Tamba sendiri berarti kata benda obat.

Fakta menariknya adalah ternyata Pura ini dibangun ketika Raja Tabanan pada saat itu sedang sakit. Kemudian obat yang dicari berasal dari lahan yang berasap dan ternyata lahan tersebut merupakan lahan Pura ini dibangun.

Setelah mengonsumsi obat herbal yang berasal dari Pura ini maka selanjutnya Raja menjadi sembuh. Semenjak saat itulah, Pura ini dibangun dan dijadikan sebagai tempat untuk memohon kesehatan lahir dan Batin.

Pura selanjutnya dijadikan sebagai tempat memohon kesuburan yaitu Pura Luhur Muncak Sari. Hal ini dapat terlihat bahwa daerah Tabanan memiliki lahan sawah yang cukup luas dan juga subur.

Pura yang dijadikan sebagai Cagar Budaya di Kota Tabanan selanjutnya adalah Pura Luhur Besi kalung yang berarti tempat memohon keselamatan. Pura ini dikelola oleh para masyarakat desa Adat yang ada di Babahan.

Kemudian Pura yang ke-5 adalah Pura Luhur Petali yang menjadikan tempat ini sebagai tempat memohon keadilan. Pura ini berada di Kota Jatiluwih di mana Bagus Angker melakukan Yoga Semadhi.

Pura yang terakhir yaitu Pura Luhur Sekartaji yang dijadikan sebagai tempat memohon perlindungan dan sumber penghidupan. Dikabarkan Pura ini sudah dibangun sejak Zaman proto Sejarah.

Keenam Pura ini tentu harus selalu dilestarikan tidak hanya oleh masyarakat Desa Adat setempat tetapi juga oleh para wisatawan yang hendak berkunjung untuk berdoa dan menikmati keindahannya.

Pesona Kota Tabanan Lainnya


Selain ke enam Pura yang dijadikan sebagai Cagar Budaya di Kota Tabanan terdapat masih banyak hal yang bisa anda nikmati di daerah Tabanan. Salah satunya adalah Sambal Bejek.

Salah satu kuliner terkenal yaitu Sambal Bejek terdapat di daerah Tabanan khususnya Daerah Peken Belayu. Disana terdapat salah satu kuliner Sambal Bejek yang sangat terkenal.

Bahkan beberapa pejabat negara seperti Jokowi pernah mampir untuk menikmati kuliner Sambal Bejek khas Belayu. Tempatnya sangat sederhana namun makanan yang disajikan sungguh nikmat dan membuat ketagihan.

Masih banyak wisata kuliner dan alam yang dapat anda kunjungi jika ingin pergi berlibur ke daerah Tabanan. Kehadiran cagar budaya di Kota Tabanan akan menjadikan kota tersebut memiliki daya tarik lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik