Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Candi Uluwatu Bali, Kisah Sejarah dan Budayanya yang Kental

Candi Uluwatu Bali menjadi salah satu destinasi wisata wajib kamu kunjungi ketika berada di Pulau Dewata. Tempat indah tersebut sangat menarik perhatian, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Dari jauh, terlihat pura yang berdiri di atas tebing membuat pemandangannya semakin indah.

Ketika sore hari, pengunjung memotret pemandangan pura yang dilengkapi dengan sunset dibelakangnya, serta suasana menenangkan karena menghadap ke Samudera Hindia. Tidak lupa, adanya tari khas daerah Bali, yaitu Kecak semakin mendukung suasana liburan terasa menyenangkan.

Tidak hanya menyimpan sejuta keindahan, candi sekaligus pura tempat ibadah penduduk setempat juga menyimpan berbagai sejarah menarik. Selain itu, meski telah dijadikan destinasi wisata untuk umum, Uluwatu masih digunakan penduduk untuk melalukan ritual sebagai bentuk mempertahankan budaya.

Mengenal Sejarah Candi Uluwatu Bali

Bukan hanya sekedar candi, Uluwatu adalah sebuah pura yang disebut dengan Pura Uluwatu. Sejarah berdirinya pura ini terjadi berabad-abad lalu, perkiraan sekitar abad ke-9 atau ke-1, saat masa kerajaan Sri Masula-Masuli yang merupakan pasangan suami istri. Tokoh yang melatarbelakangi dibangunnya pura ini, yaitu Mpu Kuturan.

Beliau merupakan seorang pendeta beragama Budha dari sebuah desa bernama Girah, Jawa Timur. Tujuannya datang ke Pulau Dewata adalah untuk menyebarkan ajaran dharma dan agama. Beliau memiliki jasa yang besar dalam menyatukan berbagai sekte di Bali, hingga terwujudnya Pura Kahyangan Tiga.

Cerita singkat sejarah Pura Uluwatu tersebut akhirnya dipercaya secara turun-temurun oleh penduduk. Sejak tahun 1999, pengelola candi tersebut memutuskan untuk membangun stage berkapasitas kurang lebih 700 orang untuk mendukung adanya penampilan dari anggota Tari Kecak.

Dana pembangunan tersebut didukung oleh berbagai donator dengan dana minim, sehingga hanya menggunakan alat-alat seadanya. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata meningkat dan mereka sangat tertarik dengan penampilan tari tradisional khas Bali tersebut.

Kebudayaan Candi Uluwatu Bali, Begitu Kental

Penduduk setempat yang memeluk agama Hindu, memiliki anggapan bahwa pura tersebut merupakan penyangga 8 arah mata angin. Hal itu disebut dengan Pura Sad Kayangan. Tidak hanya itu, pertunjukan Tari Kecak yang begitu dikagumi oleh wisatawan ternyata juga menyimpan cerita budaya dibaliknya.

Berbeda dengan penampilan hiburan lainnya, Tarik Kecak dipentaskan secara rutin mulai pukul 18.00 waktu setempat. Dengan melibatkan kurang lebih 50 hingga 100 orang penari, mereka duduk melingkar menggunakan kain hitam dan putih. Tari Kecak tersebut tentunya memiliki filosofinya sendiri.

Seluruh masyarakat Indonesia tentu tau kisah tentang Ramayana. Kisah tersebut dituangkan dalam tarian bernama Kecak. Beberapa peran dijalankan ketika pertunjukkan tari itu digelar, seperti peran Sri Rama, Sinta, Rahwana, Hanoman, dan Sugriwa. Tarian tersebut dimulai ketika sunset dan diiringi oleh suara dari para penarinya sendiri.

Menyaksikan secara langsung penampilan tarian tersebut, tidak hanya menyuguhkan hiburan tersendiri, tetapi juga mengandung makna mistis. Didukung dengan waktu bertepatan ketika matahari terbenam dan suara penari terdengar sakral, semakin membuat budaya setempat terasa kental.

Destinasi wisata kebanggaan Pulau Bali tersebut sangat direkomendasikan, bagi kamu yang ingin mengenal lebih dalam mengenai budaya Indonesia. Keunikan budaya tersebut berhasil membuat kagum wisatawan mancanegara yang tidak bisa menemui hal tersebut di negara asal mereka.

Menikmati suasana matahari tenggelam, sambil menyaksikan secara langsung penampilan Tari Kecak akan membuat moment liburan kamu semakin menyenangkan. Kamu juga bisa melihat dan merasakan deburan ombak dari lautan di bawah tebing Pura Uluwatu yang sangat menyejukkan mata.

Suasana tersebut jarang didapatkan ketika beraktivitas sehari-hari, bisa kamu dapatkan ketika berkunjung ke salah satu destinasi wisata kebanggaan Pulau Bali tersebut. Oleh sebab itu, jika belum pernah berkunjung, sebaiknya kamu segera merencanakan liburan di Candi Uluwatu Bali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik