Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Festival Budaya Erau, Wisata Budaya dari Kutai Kartanegara

Festival budaya Erau merupakan sebuah wisata budaya yang melegenda dari Kutai Kartanegara. Festival tersebut telah diselenggarakan sejak zaman dahulu dan masih dilestarikan sampai sekarang. Kutai Kartanegara merupakan daerah yang kaya di tanah air.

Terdapat sumber daya alam melimpah hingga mempunyai kekayaan budaya yang kental. Pemandangan alam hutan hujan tropis di sekeliling Sungai Mahakan menciptakan budaya unik masyarakat Kutai.

Kerajaan Kutai Kartanegara merupakan kerajaan paling tua di Indonesia. Sehingga melahirkan budaya dengan umur yang lebih tua daripada kerajaan lain. Ditopang oleh kekayaan alam melimpah, Kutai tumbuh dengan berbagai bangunan.

Mulai dari pembangunan tempat wisata alam hingga wisata budaya. Salah satunya adalah Festival Erau sebagai agenda budaya paling megah dari masyarakat Tenggarong. Pagelaran acara tersebut telah mengundang banyak wisatawan.

Mengulik Sejarah Festival Budaya Erau

Festival Erau telah diselenggarakan sejak abad ke-12 Masehi. Tidak hanya masyarakat luar negeri yang mempunyai budaya menyelenggarakan festival. Indonesia juga memilikinya sebagai bentuk rasa syukur dan hiburan rakyat.

Festival Erau berasal dari kata eroh (Bahasa Melayu Kutai). Kata tersebut mempunyai makna ramai, riuh, penuh sukacita. Sehingga dapat dimaknai sebagai pesta rakyat Kutai Kartanegara yang meriah.

Acara budaya tersebut dimulai ketika Aji Batara Agung Dewa Sakti menyelenggarakan upacara tijak tanah dan mendi ke tepian. Selanjutnya, Erau dilaksanakan kembali ketika Aji Batara Agung Dewa Sakti menjadi raja.

Kemudian diadakan setiap penobatan raja baru. Ketika Erau berlangsung, rakyat dari seluruh penjuru datang ke kerajaan. Mereka membawa berbagai hasil usaha mulai dari pertanian, peternakan hingga kesenian.

Kerajaan memberikan balasan berupa jamuan kepada rakyat. Jamuan tersebut diselenggarakan sebagai ungkapan rasa terimakasih kerajaan atas pengabdian rakyat. Setelah masa pemerintahan kerajaan berakhir pada 1960, festival erau dilestarikan sebagai pesta rakyat.

Sehingga menghapuskan ritual kerajaan seperti tijak kepala dan pemberian gelar. Selanjutnya kegiatan buadaya rakyat ini menjadi agenda rutin pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Pemerintah terus mengembangkan pelaksanaan acara megah tersebut.

Kolaborasi Festival Budaya Erau dengan Luar Negeri

Festival Erau diselenggarakan di bekas kerajaan Kutai Kertanegara. Pagelaran tradisi telah dipadukan dengan unsur modern. Tidak hanya diisi oleh masyarakat Tenggarong namun juga masyarakat luar negeri.

Kebudayaan yang ditampilkan dari dalam negeri diantaranya adalah Kutai Kartanegara, Sleman, Gunung Kidul hingga Kabupaten Bandung. Karena begitu banyak yang tampil, perhelatan acara menjadi sangat ramai dan meriah.

Negara yang ikut memeriahkan festival ini diantaranya adalah Amerika Serikat, Lithuania, Estonia, Bulgaria, Kanada, Plandia, Rumania, Rusia hingga Taiwan. Negara tersebut tergabung dalam International Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Art (CIOFF).

Festival budaya Erau diselenggarakan secara rutin. Dalam setiap festival, selalu disiapkan hal baru untuk memeriahkan acara. Sehingga menarik semakin banyak wisatawan. Misalnya saja diselenggarakan kirab budaya internasional.

Kirab tersebut mempertontonkan pakaian tradisional dari setiap negara yang berpartisipasi. Ada pula sajian ritual dan perjamuan. Salah satu perjamuan adalah acara Beseprah. Sebuah kegiatan makan bersama untuk rakyat.

Sebagai acara penutup, digelar perayaan Belimbur. Yakni sebuah ritual dimana warga dan wisatawan saling siram memakai air Sungai Mahakam. Festival ini tidak hanya seru ditonton tetapi juga menarik diikuti setiap kegiatannya.

Sedangkan acara puncak menghadirkan tradisi Mengulur Naga. Rombongan dari Keraton Kutai akan mengarak sepasang replika naga memakai kapal. Kemudian replika tersebut akan dilepas di Kutai Lama.

Lokasi tersebut dipercaya sebagai awal mula legenda naga berasal. Ketika replika naga dilepas, masyarakat banyak memperebutkan sisik naga. Karena percaya benda tersebut dapat mengabulkan permohonan.

Pada mulanya, festival Erau adalah pesta rakyat di kerajaan. Namun saat ini telah menjelma acara besar dengan menggandeng negara lain untuk ikut berpartisipasi. Banyak wisatawan bisa menikmati Festival budaya Erau tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik