Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Kenali Adat Istiadat dan Budaya Tradisional Sunda di Indonesia

Jawa Barat merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia, budaya tradisional Sunda seperti halnya tarian memang cukup populer di negeri ini. Bandung adalah ibukota dari Jawa Barat. Wilayah Jawa Barat sendiri dikenal berbatasan dengan Samudera Hindia.

Sebagian besar penduduk Jawa Barat merupakan suku Sunda di mana mereka menggunakan bahasa sunda. Adapun Jawa Barat ini memiliki 18 kabupaten dengan 9 kotamadya, 628 kecamatan, 645 kelurahan dan 5.312 desa.

Hampir sama dengan provinsi lainnya, Jawa Barat memiliki berbagai macam budaya tradisional yang patut dilestarikan. Budayanya yang paling terkenal diantaranya seperti rumah adat, tarian tradisional, dan masih banyak lagi.

Mengenal Ciri Khas Rumah Adat Sunda

Konon, rumah adat khas Jawab Barat memiliki berbagai macam bentuk, namun dari segi tata ruang dan bangunannya tetap berbentuk tritangtu. Di mana secara vertikal, rumah Sunda ini memiliki kolong, badan rumah, dan juga atap.

Kolong ini merupakan bumi, sementara badan rumah disini adalah dunia tempat manusia, serta bagian atap merupakan langit. Rumah merupakan ilustrasi daripada alam semesta itu sendiri atau makrokosmos.

Untuk budaya tradisional Sunda yaitu rumah adat ini sendiri mempunyai tipologi yang beraneka ragam berdasarkan tipe bangunannya. Dari segi bentuk atapnya dan posisi pintu masuk. Sama halnya dengan rumah adat dari suku-suku lain, di mana selalu ada ruangan yang dikosongkan.

Di mana ruangan tersebut biasanya tidak boleh ditempati manusia (untuk tidur), melainkan hanya boleh digunakan untuk kegiatan tertentu saja. Pada bagian dalam rumah adat Sunda, inilah yang dikenal sebagai ruang goah atau padaringan.

Adapun biasanya hanya ruang kecil saja yang terlihat gelap, sehingga bagian pintu masuk cukup dipasang tirai. Pada goah ini biasanya juga diletakkan gentong beras yang ditutupi dengan kain putih atau warna langit yang rohaniah.

Sementara dari segi penataan ruang, elemen-elemen yang digunakan untuk menyusun rumah adat meliputi pembagian tiga daerah terpisah yaitu daerah wanita, daerah laki-laki dan daerah natural (bisa digunakan oleh wanita dan lakl-Iaki).

Tarian Tradisional Budaya Khas Jawa Barat

Tahukah kamu bahwa Jaipong merupakan salah satu tarian tradisional yang juga termasuk budaya tradisional Sunda yang cukup populer. Tari Jaipong ini sendiri diciptakan oleh seorang seniman asal Bandung yaitu Gugum Gumbira pada era 1960.

Adapun tujuan adanya tarian ini ialah untuk menciptakan suatu jenis musik dan tarian pergaulan. Di mana konon digalai dari kekayaan seni tradisi rakyat Nusantara, khususnya Jawa Barat.

Walaupun termasuk seni tari kreasi yang tergolong baru, tari Jaipong ini dikembangkan sesuai kesenian rakyat dan sudah berkembang sebelumnya. Seperti halnya Ketuk Tilu, Kliningan, serta Ronggeng.

Perhatian Gumbira dalam kesenian tradisional Jawa Barat salah satunya adalah Ketuk Tilu. Di mana ini membuat banyak orang dapat mengetahui perbendaharan pola-pola gerak tari tradisi yang ada pada Kliningan/Bajidoran atau Ketuk Tilu.

Alat Musik Tradisional Jawa Barat

Alat musik tradisional khas Jawa Barat yaitu Angklung atau biasa juga dikenal Calung. Umumnya, Angklung terbuat dari bambu, di mana cara mainnya cukup dipukul dan dibenturkan. Angklung ini adalah jenis alat musik tiup yang dapat menghasilkan suara.

Sistem Kekerabatan, Budaya Tradisional Sunda pada Masanya

Selanjutnya, masih mengenai budaya Jawa Barat, sistem kekerabatan suku Sunda dikenal bilateral. Di mana garis keturunan dapat ditarik dari pihak Ibu dan juga bapak. Bukan hanya itu, suku Sunda juga mengenal tujuh generasi baik itu ke atas atau ke bawah.

Tujuh generasi ke atas ini ialah orang tua, embah, buyut, dan lain-lain. Sementara, tujuh generasi ke bawah ini ialah anak, incu (sebutan untuk cucu), buyut, bao, jangga wareng, dan gantung siwur.

Pembahasan mengenai budaya tradisional Sunda di atas diharapkan dapat menjadi referensi bagi kamu yang hendak berkunjung atau mengenal lebih dekat tentang Jawa Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik