Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Lumpia Khas Semarang Punya Sejarah dan Rasa yang Unik

Setiap daerah di Indonesia memiliki sesuatu yang menjadi identik seperti lumpia khas Semarang dengan cita rasa unik. Selain rasa yang unik, tampilan dari lumpia pun cukup berbeda meski sedikit tampak seperti risol. Ada sejarah dibalik salah satu kuliner khas kota Semarang ini.

Semarang adalah ibu kota dari Provinsi Jawa Tengah. Di Semarang para traveler bisa mendapatkan berbagai kuliner yang menarik dan menjadi wajib untuk dicoba ketika berkunjung ke tempat ini. Kulineran di kota Semarang bisa didapatkan pagi sampai malam saat berkeliling.

Jika berbicara soal kuliner di kota Semarang maka kamu akan merasakan masakan dengan rasa manis dan asin yang bercampur di lidah. Selain itu terdapat juga beberapa makanan yang sudah bercampur dengan adat dari tionghoa seperti lumpia khas Semarang. Lumpia ini dapat dikategorikan sebagai salah satu camilan.

Meskipun disebut sebagai camilan, namun banyak masyarakat yang membuat lumpia sebagai salah satu makanan utamanya. Karena makanan ini dapat membuat perut kenyang dalam beberapa suapan. Oleh karena itu, kota Semarang sangat membanggakan makanan khasnya yang satu ini.

Kulineran di Kota Semarang Wajib Coba Lumpia

Selain lumpia sebenarnya ada banyak kuliner di kota Semarang yang sangat menarik dan mempunyai cita rasa kuat. Namun salah satu yang banyak dikenal oleh para wisatawan baik lokal maupun mancanegara yaitu lumpia. Selain itu dijadikan kuliner di kota Semarang, ternyata lumpia pun bisa dijadikan oleh-oleh bagi para traveler.

Sejarah dari lumpia khas Semarang ini merupakan makanan yang sudah cukup tua. Kehadiran awal lumpia ternyata pada abad ke 19 di Kota Semarang adalah menjadi salah satu contoh perpaduan antara Tiong Hoa dan Jawa. Makanan ini hadir karena seorang pemuda Tiong Hoa dengan wanita Jawa yang menjual makanan serupa.

Karena pertemuan keduanya yang cukup menarik akibat bisnis masing-masing ternyata lahir makanan lezat bernama lumpia. Di kota Semarang kamu bisa menemukan lumpia dari banyak tempat. Namun pusatnya berada di sekitar kota Tua Semarang. Kamu tidak akan kesulitan menemukan kuliner khas kota Semarang ini.

Isian Lumpia Dulu VS Sekarang

Melihat perkembangan zaman yang mengarah milenial, lumpia memiliki banyak varian rasa untuk menjamin makanan ini agar sampai pada semua kalangan. Tentu ini karena beberapa kalangan baik masyarakat lokal, turis lokal sampai domestik memiliki tingkat kenyamanan pada makanan yang berbeda.

Hal ini tampak pada rasa dan bau yang dihasilkan dari isian lumpia. Maka saat ini banyak penjual yang mengubah isian tersebut menjadi lebih populer. Pada awal kehadirannya, lumpia berisi rebung dan daging babi. Namun sejak pertemuan dengan wanita Jawa lumpia khas Semarang mulai dikombinasikan antara rebung dan daging ayam atau udang.

Kulit lumpia akan terasa sangat renyah jika digoreng, namun lumpia tetap bisa dimakan dalam kondisi basah. Saat isi ada banyak penjual yang menjajakan lumpia dengan isian bervariatif bahkan menghilangkan rebung sebagai ciri khasnya. Banyak yang berpendapat bahwa rebung memiliki bau tak sedap sehingga membuat penikmatnya tidak suka.

Padahal tentu saja rebung tersebut bahan utama yang dikenal menjadi ciri khas dari lumpia. Tak jarang pula kuliner khas Semarang ini bisa dijadikan sebagai jajanan pasar yang mudah ditemukan. Akan tetapi biasanya isiannya sudah berbeda dan dibuat serupa seperti risolles pada umumnya di pasaran.

Jika para traveler berkunjung ke kota Semarang dan setelah puas berkeliling mengunjungi wisata-wisatanya maka lumpia khas Semarang tidak kalah penting untuk dicoba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik