Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Mengenal Tradisi Kebo Bule Keraton Surakarta (Kirab Kebo)

Tradisi kebo bule menjadi sebuah peringatan yang dilakukan dari tahun tahun di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Tradisi ini merupakan salah satu peringatan dalam memasuki tahun baru Islam bertepatan dengan malam 1 suro.

Perayaan ini juga diperhitungkan dalam menggabungkan kalender Hijriyah dengan kalender Saka. Kirab kerbau bule dilakukan pada malam 1 Suro dengan berbagai iringan menarik dengan kerbau sebagai pembuka iringannya.

Tradisi Kebo Bule Penuh Makna

Kebo atau kerbau dianggap menjadi binatang pembawa berkat dalam tradisi masyarakat Jawa. Binatang ini sangat berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Selain digunakan untuk transportasi, kerbau juga bisa digunakan untuk membajak sawah.

Berbagai makna lain dari kerbau ternyata juga diyakini oleh leluhur dari keluarga keraton. Binatang ini rupanya sangat erat hubungannya dengan budaya Jawa. Hingga sekarang, Keraton memiliki setidaknya 17 Kerbau Bule.

Tradisi Kebo Bule tidak menggunakan semua kerbau yang dimiliki oleh keluarga Keraton. Hanya beberapa kerbau tertentu saja yang akan mengikutinya. Kirab dilakukan dan dimulai dari halaman keraton.

Binatang ini akan diiringi dengan pawangnya masing-masing. Para pawang akan menggunakan pakaian khas mereka. Mereka akan menggunakan pakaian dengan warna putih, celana hitam, menggunakan ikat kepala, summing gajah ngoling lengkap dengan bunga melati, serta Samir.

Kerbau yang dianggap keramat dan akan mengikuti kirab tersebut lantas akan memakan sesaji yang telah dihidangkan hingga meminum kopi. Semua sesaji serta kopi sudah disajikan oleh para abdi dalem sebelumnya.

Ketika kerbau tersebut sudah selesai memakan hidangan dan pergi meninggalkan makanan tersebut, lantas semua warga akan langsung maju. Warga maju tanpa dikomando untuk memperebutkan sisa sesaji yang sudah dimakan kerbau keturunan dari Kyai Slamet

Asal Muasal Tradisi Kebo Bule Kyai Slamet

Tidak sedikit orang yang merasa penasaran dengan asal muasal dari si kerbau bule tersebut. Binatang ini memang tidak seperti kerbau pada umumnya. Warna kulitnya putih agak kemerahan sehingga seringkali disebut dengan nama Kebo Bule.

Sejatinya, kerbau tersebut merupakan hadiah yang diberikan oleh Kyai Hasan Beshari Ponorogo yang diberikan kepada Paku Buwono II. Hadiah tersebut diberikan untuk cucuk lampah alias pengawal dari pusaka keraton yang bernama Kyai Slamet.

Hingga sekarang ini, pihak keraton tidak bersedia untuk menjelaskan wujud dari pusaka Kyai Slamet tersebut. Tradisi Kebo Bule ini terus dikenal oleh masyarakat setempat. Karena mereka bertugas menjaga pusaka Kyai Slamet, maka masyarakat setempat menyebut mereka sebagai Kebo Kyai Slamet.

Ritual Kirab 1 Sura dilakukan saat tengah malam atau tergantung dari kemauan Kebo Kyai Slamet. Ada kalanya kerbau keramat tersebut baru mau keluar dari kandangnya selepas pukul 01.00 malam hari.

Peristiwa tersebut rupanya sangat ditunggu oleh masyarakat setempat. Kawanan binatang unik ini akan berada di barisan paling depan untuk mengiringi pusaka Kyai Slamet yang dibawa oleh para abdi keraton.

Pusaka dan kerbau diharapkan akan menjadi kekuatan bagi masyarakat. Dengan ritual yang dilakukan tersebut diharapkan Tuhan akan memberikan keselamatan dan kekuatan. Itulah mengapa ritual ini terus dilestarikan hingga sekarang.

Malam 1 Suro memang sangat berarti bagi orang Jawa. Hari Tersebut bertepatan dengan tahun baru islam 1 Muharram. Malam tersebut menjadi malam di mana orang-orang mendekatkan diri kepada Sang Pencipta langit dan bumi.

Sebagai Masyarakat Jawa, malam 1 Sura memiliki dimensi fisik spiritual. Perubahan tahun menandakan babak baru dalam kehidupan. Terutama untuk masyarakat Jawa yang sebagian besar masih sangat agraris.

Peran Kebo Bule Kyai Slamet merupakan symbol kekuatan yang harus dilestarikan hingga anak cucu kelak. Kerbau adalah binatang untuk mengolah pertanian dan sebagai mata pencaharian bagi orang jawa. Tradisi kebo Bule hingga sekarang masih terus dijalankan tak lekang oleh waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik