Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Pesta Adat Suku Batak Toba Sebagai Warisan Nusantara

Di Indonesia pesta adat masih menjadi sebuah perayaan yang dinantikan setiap suku. Salah satu jenis pesta terkait adat yaitu juga dirayakan oleh masyarakat suku Batak Toba yang dominan berada di Sumatera Utara.

Pesta yang juga dinamai pesta suku tersebut menjadi prosesi menyenangkan bagi mereka yang merayakannya. Biasanya jika melakukan prosesi ini maka ada tata cara yang harus dilalui untuk merealisasikan acara tersebut.

Tentu saja setiap suku memiliki perbedaan. Baik dari segi rangkaian acara serta keunikan yang dimiliki masing-masing individu. Ada beberapa rangkaian yang harus dilakukan untuk mewujudkan salah satu pesta suku batak toba.

Rangkaian Acara yang Berlangsung

Pesta adat oleh suku Batak Toba biasanya dilakukan seumur hidup. Seumur hidup maksudnya adalah anda dan keluarga bisa melakukan prosesi tersebut dari anda lahir hingga suatu saat nanti anda dipanggil Tuhan (meninggal).

Perayaan tersebut merupakan warisan dari leluhur yang selalu dilestarikan secara turun temurun dari generasi ke generasi sehingga setiap masyarakat suku Batak Toba memiliki jati diri tersendiri.

Salah satu pesta adat suku batak toba yang selalu menjadi ikonik adalah ketika merayakan prosesi pernikahan. Suku batak toba selalu terkenal dengan prosesi pernikahannya yang memiliki banyak rangkaian kegiatan yang harus dilalui.

Adapun rangkaian tersebut adalah pertama yaitu mangaririt. Biasanya tradisi ini dilakukan oleh pihak pria jika tidak dapat menemukan calon pasangan sendiri karena berada jauh di perantauan.

Selanjutnya adalah Mangalehon Tanda. Pada tahap ini maka pihak pria sudah menemukan Wanita sebagai calon istrinya kelak. Hal ini ditandai dengan pihak pria akan memberikan uang kepada Wanita dan pihak Wanita menyerahkan kaing sarung ke laki-laki.

Kegiatan selanjutnya adalah Marhusip. Pada tahap ini biasanya disebut tahap Melamar pihak Wanita yang akan menjadi bagian dari keluarga pihak lelaki. Untuk tahap ini biasanya hanya dihadiri oleh keluarga terdekat saja.

Selanjutnya adalah Marhata Sinamot. Di tahap ini maka pihak pria akan ditanyai terkait berapa jumlah sinamot yang sanggup ia berikan kepada pihak perempuan. Pada tahap ini juga merupakan tahap perkenalan resmi antar kedua pihak keluarga.

Kemudian ada tahap Pundun saut, martumpol, martonggo raja, pasu-pasu, ulaon unjuk, dialap jual, ditaruhon jual, paulak une, manjae dan maningkir tangga. Tahap tersebut harus dilalui untuk mendapatkan cap SAH dari kedua belah pihak keluarga.

Keunikan Pesta Adat Suku Batak Toba

Melalui prosesi yang dilakukan sebagai salah satu tanda menghormati adat istiadat yang sudah berlangsung sejak lama maka setiap pesta adat tentu memiliki keunikannya sendiri dari beberapa segi.

Untuk pesta suku Batak sendiri sangat terkenal dengan biayanya yang tidak murah. Bahkan yang paling ikonik seperti marhata sinamot, untuk biaya tersebut pihak Wanita sudah sering meminta harga sinamot anaknya berkisar 100 juta.

Padahal masih ada banyak yang akan diurus dan dibayar. Setelah itu keunikan lainnya menyusul seperti ketika dilangsungkan pesta pernikahan maka sangat ikonik dengan jumlahnya yan ramai.

Suku batak toba menganut sebuah tradisi bahwa semakin banyak orang yang datang saat pesta pernikahan maka bisa dipastikan kedua belah pihak memiliki jalinan tali persaudaraan yang erat di lingkungan sosial.

Tentu saja hal tersebut juga berlaku pada prosesi kematian. Orang lain akan berpendapat bahwa semasa hidupnya ia selalu berusaha menjalin hubungan baik dengan sekitar jika banyak yang datang pada acara kematiannya.

Setiap suku tentu memiliki keunikan tersendiri. Jika anda sebagai generasi muda penerus bangsa tidak melestarikan apa yang sudah menjadi warisan budaya seperti pesta adat maka semakin hari jati diri anda pada suku tersebut akan hilang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik