Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Sejarah Kota Lama Semarang, Little Netherlandnya Indonesia

Kota Lama Semarang menjadi primadona baru destinasi wisata Jawa Tengah. Berbondong – bondong orang datang untuk mengunjunginya.

Kota Lama telah dipermak menjadi lokasi wisata yang tak ada duanya di Semarang. Banyak terdapat spot – spot yang instagramable.

Komplek bangunan tua yang dulunya tak terurus, kini disulap menjadi bangunan megah khas Belanda yang indah. Penataan bangunannya juga rapi dan ramah bagi para pejalan kaki.

Namun di balik keindahan Kota Lama Semarang ada catatan sejarah yang panjang. Di sudut kota Semarang ini terdapat kisah perjuangan hingga kisah kelam penjajahan Belanda.

Sejarah Kota Lama Semarang

Kota Lama Semarang berawal dari perjanjian Mataran dan VOC. Perjanjian tersebut terjadi pada tanggal 15 Januari 1678 silam.

Saat itu, pemimpin Mataram, Amangkurat II meminta bantuan VOC untuk menumpas pemberontakan Trunojoyo. Sebagai imbalannya, Amangkurat II akan memberikan kawasan Semarang kepada pihak VOC.

Singkat cerita, VOC berhasil menumpas permberontakan Trunojoyo. Mau tak mau, Amangkurat II harus menepati janjinya.

Setelah mendapat kekuasaan atas Semarang, VOC lantas melakukan sejumlah perubahan. Mereka melakukan pembangunan besar – besaran.

VOC mendirikan benteng yang diberi nama Vijfhoek. Benteng tersebut menjadi tempat bernaung orang – orang Belanda sekaligus pusat kekuatan militer di Semarang.

Namun lama – kelamaan, benteng Vijfhoek tak mampu menampung banyaknya warga Belanda. Akhirnya, sebagian besar dari mereka keluar dan mendirikan bangunan sendiri di sekitar benteng.

Pada saat itu, kawasan Kota Lama Semarang menjadi pusat perdagangan, perkantoran, dan pemerintahan yang ramai.

Little Netherland

Kota Lama Semarang mendapat julukan sebagai little Netherland. Pasalnya, kawasan ini mirip seperti kota – kota di Belanda.

Letaknya yang dikelilingi kanal, kemudian corak bangunan yang bergaya Eropa sangat mirip dengan Netherland. Kemiripan tersebut masih bertahan hingga sekarang meski beberapa bangunan direnovasi karena rusak berat.

Warisan Kota Lama Semarang

Beberapa gedung bangunan buatan Belanda masih kokoh sampai saat ini. Bangunan tersebut kini disulap menjadi spot wisata.

Para pengunjung bisa datang dan berfoto – foto di bekas bangunan Belanda tersebut. Pemerintah juga melakukan perbaikan dan menata ulang kawasan sehingga semakin nyaman saat jalan – jalan.

  1. Gereja Blenduk

Satu bangunan yang terkenal di Kota Lama Semarang adalah Gereja Blenduk. Gereja yang memiliki kubah ini berusia lebih dari 2 setengah abad.

Gereja Blenduk sampai saat ini masih digunakan sebagai temat ibadah. Namun Kamu tetap boleh berkunjung untuk sekedar berfoto atau mengagumi arsitektur bangunan lawas tersebut.

  1. Gedung Jiwasraya

Gedung ini terletak di seberang Gereja Blenduk. Bangunan ini dibuat tahun 1916 oleh arsitek Hindia Belanda, Herman Thomas Karsten.

Awal mula gedung ini dibuat untuk kantor Nederlandsche Indische Levenverzekering en Lijvrente Maatschappij (NILLMIJ). NILLMIJ adalah perusahaan asuransi jiwa milik Belanda.

  1. Gedung Marba

Gedung tua selanjutnya ada Gedung Marba. Gedung ini dibangun pada pertengahan abad ke – 19.

Gedung Marba memiliki ciri khas warna merah mencolok. Bangunan ini dibuat oleh Marta Bardjunet, seorang saudagar kaya raya yang berasal dari Yaman.

  1. Gedung Marabunta

Gedung Marabunta terbilang unik dibanding gedung lainnya. Di atas atap bangunan tersebut terdapat patung semut raksasa.

Gedung ini dulunya adalah tempat pertunjukan. Diprediksi bangunan ini didirikan pada tahun 1854.

  1. Pabrik Rokok Praoe Lajar

Di Kota Lama Semarang juga terdapat pabrik rokok pertama di Indonesia. Nama pabrik tersebut adalah pabrik rokok Praoe Lajar (perahu layar).

Pabrik ini telah beroperasi sejak zaman penjajahan. Sampai sekarang pabrik ini masih memproduksi rokok.

  1. Kantor Pos Besar

Kantor pos besar ini berada di sebelah timur gedung Keuangan Negara. Diperkirakan gedung pos besar berdiri pada tahun 1862.

Di depan kantor pos besar terdapat tugu titik nol KM Semarang. Gedung pos besar Kota Lama Semarang ini sangat mencolok dan mudah ditemukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik