Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Ungkap Fakta Rumah Adat Aceh yang Menjadi Keunikannya

Rumah adat Aceh menjadi salah satu bentuk budaya yang dimiliki oleh Indonesia. Tentunya Kamu sudah tidak asing lagi dengan keberagaman budaya yang dimiliki oleh Indonesia salah satunya adalah rumah adat.

Beberapa literatur juga menyebutkan bahwa rumah adat di Aceh disebut dengan nama rumah Krong Bade. Pada zaman dahulu banyak orang yang mendiami rumah dengan tipe seperti rumah adat ini.

Aceh dianggap sebagai daerah tempat atau pintu masuk dari penyebaran agama Islam di Indonesia. Karena hal itulah Aceh sangat erat dengan beragam budaya Islam termasuk bentuk bangunan di daerah tersebut.

Tentunya setiap daerah memiliki keunikan tersendiri dari rumah adat yang dimilikinya. Begitu pula dengan rumah adat Aceh memiliki keunikan dari segi bangunannya seperti atap rumah hingga ornament di dalamnya.

Tidak hanya sekadar dibangun, setiap unsur di dalam rumah adat pastinya memiliki makna tertentu. Kamu bisa menilai dari rumah adat di setiap daerah di Indonesia yang memiliki bentuk berbeda-beda.

Fakta Rumah Adat Aceh

Beberapa fakta menarik ada di setiap rumah adat, begitu juga dengan rumah adat di daerah Aceh. Berikut ini beberapa fakta tentang rumah adat Aceh yang perlu Kamu ketahui dengan lengkap.

  1. Atap rumah

Fakta menarik pertama muncul dari atap rumahnya yang memiliki penahan. Disebut juga berupa tali hitam atau tali ijuk yang diikat dan tidak bersambung dan memiliki arti tersendiri.

Tujuan pembuatan konsep rumah seperti ini adalah untuk meminimalisir dampak musibah yang mungkin terjadi. Misalnya ketika terjadi kebakaran maka pada bagian atap hanya perlu memotong tali saja.

  1. Arah pembangunan rumah

Arah pembangunan rumah tidak bisa dilakukan sembarangan, harus menghadap ke Utara atau Selatan. Tujuan dari pembuatan rumah ini adalah agar sinar matahari dapat masuk ke dalam kamar.

Posisi kamar di bagian Timur maupun Barat tetap mendapatkan sinar matahari yang baik. Selain itu, jika menghadap Barat atau Timur dianggap rumah akan lebih mudah roboh karena melawan arah angin.

  1. Motif hiasan rumah

Rumah adat Aceh juga memiliki motif hiasan yang mencirikan kebudayaan. Di mana, motif atau ukiran keagamaannya untuk melambangkan ayat-ayat alquran yang di mana sangat kental dengan budaya disana.

Selain itu, juga terdapat motif berupa flora seperti tumbuhan berbentuk daun, batang atau akar. Setiap ukiran tumbuhan tidak diberikan warna atau hanya menggunakan warna merah dan hitam.

Keunikan Rumah Adat Aceh

Tentunya terdapat berbagai keunikan dari setiap rumah adat yang ada di Indonesia. Berikut ini beberapa keunikan rumah adat Aceh yang mencirikan budaya tertentu di daerah Indonesia bagian barat.

  1. Tidak menggunakan paku

Ciri khas dari bangunan rumah adat daerah Aceh adalah tidak menggunakan paku untuk memperkuat bangunannya. Masyarakat setempat hanya menggunakan pengikat berupa tali ijuk dan rotan.

  1. Pintu rumah pendek

Keunikan lain dari rumah adat daerah ini adalah pintu rumah yang pendek sekitar 120-150 cm. Hal ini berarti ukuran pintu rumah tidak lebih tinggi dari tinggi orang dewasa.

  1. Rumah panggung

Arsitektur yang digunakan oleh masyarakat setempat adalah berbentuk panggung yang merupakan adaptasi dari masyarakat terhadap lingkungan. Tentunya memiliki unsur tersendiri dengan membangunnya dalam bentuk rumah panggung seperti melindungi dari bahaya.

Tentunya setiap rumah adat di Indonesia memiliki keindahan dan makna yang berbeda. Setiap daerah menunjukkan keunikannya masing-masing, begitu pula dengan rumah adat Aceh yang memiliki keunikan tersendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik