Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Wisata Sejarah Paling Terkenal di Luar Jawa

Sejarah adalah hal yang tidak boleh terlupakan meski jaman terus mengalami perubahan. Di Indonesia sendiri, sudah tersebar puluhan bahkan ratusan situs-situs bersejarah. Bahkan, tempat tersebut sering dijadikan tujuan utama para pelancong dari luar daerah.

Sederat Nama Tempat Wisata Sejarah Paling Terkenal di Luar Jawa

Berikut adalah beberapa wisata sejarah paling terkenal di luar jawa.

  • Fort Rotterdam di Sulawesi Selatan

Fort Rotterdam di Sulawesi Selatan pembangunanya ketika masa kerajaan Gowa-Tallo. Lebih tepatnya ketika masa pemerintahan raja Gowa kesembilan pada tahun 1667. Letaknya yakni di Jalan Ujung Pandang, Bulogading, kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar.

Ketika kerajaan Gowa kalah dan mengakuinya kepada pihak penjajah, mereka harus menyerahkan benteng ini kepada VOC. Kemudian namanya berubah menjadi Fort Rotterdam. Selanjutnya menjadi pusat pertahanan Belanda dan tempat pengumpulan rempah-rempah untuk wilayah Indonesia Timur.

  • Istana Maimun di Sumatera Utara

Selanjutnya yakni Istana Maimun di Sumatera Utara. Ini merupakan bangungan bekas dari peninggalan Kesultanan Deli. Pembangunannya adalah sejak tanggal 26 Agustus 1888 dan selesai pada 18 Mei 1891. Hingga kini bangunannya tetap berdiri kokoh dan megahnya.

Bangunan ini identic dengan warna kuning keemasan cerah. Merupakan hasil karya dari arsitek asal negara Italia bernama Theo Van Erp. Arsitek ini menggabungkan beberapa konsep arsitektur bangunan unik dan melengkapinya dengan furniture mewah nan megah.

  • Lawang Sewu di Semarang

Lawang Sewu adalah sebuah bangunan gedung yang megah dan indah dengan warna dasar putih. Ini menjadi salah satu ikon dari Kota Semarang. Pembangunannya sekitar tahun 1904, dulu orang memanfaatkannya sebagai kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).

Ketika Semarang mengalami penjajahan Jepang, gedung ini pernah berubah menjadi penjara bawah tanah. Berfungsi sebagai tempat penyiksaan para penduduk pribumi di sana. Bahkan, Lawang Sewu juga menjadi tempat tempur antara Angkatan Pemuda Kereta Api (AMKA) melawan Jepang.

  • Masjid Raya Sumatera Barat (Padang)

Masjid Raya Sumatera Barat merupakan salah satu ikon dari kota Padang. Merupakan yang paling besar dan megah di wilayah Sumatera Barat. Bangunannya memiliki keunikan pada sisi perencanaannya, yakni dapat tahan terhadap gempa sampai kekuatan 10 skala richter.

Tempat ini juga sekaligus juga shelter lokasi evakuasi ketika terjadi tsunami di daerah tersebut. Bangunan itama dari masjid ini terdiri atas 3 lantai dengan luas 40.343 m3. Lokasi ini mampu menampung jamaahnya sampai 20.000 orang di dalamnya.

  • Kota Tua Jakarta di Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Jakarta memiliki cukup banyak destinasi wisata, salah satunya adalah Kota Tua yang menjadi tempat bersejarah di wilayah ini. Lokasinya berada di Pinangsia, kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat. Dahulu tempat ini menjadi pusat dari pemerintahan kolonial Belanda.

Pengunjung akan bisa merasakan suasana berbeda ketika menjejakkan kakinya di objek wisata bersejarah satu ini. Terdapat banyak bangunan bersejarah yang masih kokoh hingga masa sekarang. Rata-rata bangunan tersebut berganti fungsi menjadi museum, café, restoran dan lain-lainnya.

  • Masjid Baiturrahman di Aceh

Masjid Baiturrahman terletak di wilayah kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. Dulu pembangunannya ketika masa kesultanan Aceh oleh Sultan Iskandar Muda di tahun 1612. Bangunan ini syarat akan sejarah, salah satunya yakni sebagai benteng pertahanan utama rakyat Aceh dalam situasi perang.

Kemudian juga menjadi tempat pasukan dalam perang masa kesultanan Aceh. Sekaligus juga tempat kumpul dan melakukan penyusunan untuk taktik peperangan, sampai pada masa Cut Nyak Dien. Selanjutnya Teuku Umar yang tetap mempertahankan bangunan ibadah ini dari tangan penjajah.

  • Situs Purbakala Kokas di Papua Barat

Destinasi wisata berikutnya berada di wilayah paling timur Indonesia, yakni Situs Purbakala Kokas yang berada di daerah Fakfak. Untuk sampai di sini, Kamu harus melakukan perjalanan menuju distrik Kokas dari terminal Fakfak sejauh 50 km, dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam.

Kemudian berlanjut menaiki longboat dengan lama perjalanan sekitar 1 jam saja. Sebaiknya, Kamu mengunjungi destinasi wisata ini ketika air sedang pasang, supaya dapat menaiki tebing dan melihat lebih dekat. Masyarakat sekitar juga menyebutnya dengan nama Tapurarang.

  • Pulau Kumala di Kalimantan Timur

Pulau Kumala berada di Kota Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Memiliki luas sekitar 76 hektar, dengan berbagai spot yang menarik untuk berfoto-foto bagi para wisatawannya. Sebelum tahun 2000 lalu, ini adalah pulau kosong tak berpenghuni.

Pada waktu itu banyak orang yang mengaku melihat penampakan makhluk-makhluk gaib. Misalkan genderuwo atau sosok wanita cantik dengan wajah pucat. Tetapi, ketika seseorang mendekatinya tiba-tiba perempuan itu menghilang begitu saja.

Sebenarnya, masih ada banyak lagi destinasi lainnya. Tetapi, daftar nama tempat dan bangunan di atas adalah beberapa yang banyak orang minati, mulai dari penduduk lokal Indonesia sampai turis mancanegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik