Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Kupas Tuntas Candi Muara Tikus dan Berbagai Keindahan Arsitekturnya

Salah satu tempat wisata indah dan bersejarah di Sumatera yakni Candi Muara Tikus, wisatawan juga sudah banyak yang sempat mengunjungi ke kawasan ini. Candi ini adalah sebuah situs peninggalan yang berasal dari agama Budha dan terletak di Pulau Sumatera. Lebih tepatnya, berlokasi di desa Muara Tikus, nama desa tersebut yang sama dengan nama bangunan bersejarah di tempat tersebut.

Jika anda berkeliling di tempat ini, akan menemukan beberapa tembok yang seakan menjadi hiasan bangunan tersebut dengan ukuran sebesar 74 x 74 meter, ketinggian 80 cm, serta terbuat dari batu berwarna putih kokoh. Bahkan, ada pula tembok lain selain dari tembok batu berwarna putih ini. Tembok tersebut berukuran 1.5 x 1.5 kilometer dengan mempunyai panjang sampai pada sungai Kampar.

Sejarah mengenai pembangunan Candi Muara Takus ini sendiri, memiliki beberapa informasi yang masih simpang siur di dalamnya. Ada beberapa ahli yang menyebutkan bahwa telah dibangun sejak abad ke-4, tapi juga ada lainya yang beranggapan dibangun pada abad ke-7, abad ke-9, dan juga 11.

Informasi Berkaitan dengan Sejarah Candi di Sumatera

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa, satu situs bernilai sejarah tinggi ini mempunyai berita sejarah yang masih simpang siur. Namun, sudah diperkirakan bahwa bangunan bernilai sejarah tinggi ini didirikan semasa pemerintahan kerajaan Sriwijaya, bahkan menjadi bukti majunya kerajaan Sriwijaya pada waktu tersebut, sekaligus sebagai bukti sejarah kerajaan.

Kerajaan Sriwijaya sendiri berdiri pada abad ke-4 sampai ke-11 Masehi, maka sudah diperkirakan bahwa bangunan itu juga pembangunannya dilakukan pada abad tersebut. Merupakan sebuah candi Budha paling tua yang ada di Indonesia, situs ini sangat memiliki nuansa Budha yang cukup kuat di dalamnya. Hal ini dengan adanya bangunan yang mirip stupa, sedangkan stupa sendiri adalah lambang Budha Gautama.

Selain itu, bukti lain yang menjadikan bahwa candi ini adalah peninggalan dari Budha adalah adanya yoni serta lingga sebagai sebuah penggambaran dari jenis kelamin. Bahkan, dengan perpaduan dari Budha serta Syiwa, menjadikan arsitektur hampir mirip dengan candi khas berada negara Myanmar. Sedangkan untuk penamaan dari Candi Muara Takus bersejarah ini, diduga berasal dari dua argumen dari para ahli dengan pendapatnya masing-masing.

Pertama menyebutkan jika Muara Takus yakni berupa sebuah aliran sungai berada di Kampar, sungai dengan letaknya yang berada di Sumatera itu dinamakan sungai Takus. Kemudian pendapat selanjutnya adalah pengambilan dari kata Muara, mempunyai arti tempat ujung mengalirnya aliran sungai. Dapat berupa sebuah laut maupun sungai dengan ukuran jauh lebih luas. Dan untuk nama Takus, berasal dari bahasa China Takuse.

Keindahan Seni Arsitektur dari Candi Muara Takus

Meskipun bangunan Candi Muara Takus ini mempunyai nilai bersejarah tinggi, di dalamnya juga mempunyai seni arsitektur dengan motif sangat unik serta indah. Jika candi biasanya batu andesit, seperti yang ada di beberapa Candi Jawa, namun berbeda dengan bangunan satu ini berupa gabungan batu bata serta ada juga batu sungai. Bahan digunakan dalam membuatnya adalah berasal dari tanah liat.

Tanah liat tersebut diambil di daerah yang letaknya lumayan jauh dari candi. Yakni di sebuah desa Ponkai yang berlokasi 6 kilometer dari sebuah candi tersebut. Serta, di dalam sebuah candi itu juga ada beberapa gundukan tanah diduga merupakan lahan dipergunakan untuk membakar tulang mayat manusia.

Anda bisa menemukan beberapa bekas dari bangunan yang telah hampir punah dan tidak membentuk sebuah bangunan kembali. Beberapa diantaranya juga berasal dari batu bata tanah liat. Bangunan candi-candi kecil juga ada, seperti Candi Tua Bungsu, serta Palangka, semuanya dapat ditemui di Candi Muara Takus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik