Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Meniti Sejarah Gereja Ayam yang Jarang Diketahui

Sebagai salah satu destinasi liburan, sejarah Gereja Ayam belum tentu diketahui oleh para wisatawan. Bangunan ini jadi semakin terkenal karena dipakai untuk lokasi pengambilan adegan film Ada Apa Dengan Cinta 2.

Bangunan berlokasi di Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Untuk menuju ke lokasi ini, kamu bisa menggunakan akses dua jalur yaitu rute utama atau rute alternatif.

Rute utama dari Candi Borobudur ke barat lewat Jalan Raya Borobudur Salaman. Rute kedua lewat jalan setapak dari tempat wisata Punthuk Setumbu. Tinggal mengikuti petunjuk, kamu akan tiba di Gereja Ayam

Kalau kamu sedang pelesir ke tempat ini, saat matahari terbit adalah waktu yang cocok untuk menikmati panorama alamnya. Ditambah lagi pilar – pilar beserta ukiran pahatan menambah kesan romantis saat foto.

Dibangun di atas Bukit Rhema, destinasi liburan ini berpotensi menjadi tempat wisata unggul sekitar Borobudur. Dari balik bentuk uniknya, ternyata menyimpan sejarah panjang ketika akan dibangun.

Mimpi Dapat Petuah Jadi Tonggak Sejarah Berdirinya Gereja Ayam

Sejarah Gereja Ayam awalnya berasal dari mimpi Daniel Alamsjah, pendiri bangunan tersebut. Tahun 1998, Daniel mendapat petuah dalam mimpinya untuk membangun rumah doa berbentuk merpati di perbukitan asing.

Masih pada tahun yang sama, Daniel mengunjungi daerah Borobudur. Ia bertemu seorang disabilitas yang akhirnya membawanya ke bukit mirip dengan mimpinya. Di tempat itu Daniel berdoa semalam suntuk dan mendapat pencerahan.

Bukit tempatnya berdoa sekarang dikenal dengan julukan Bukit Rhema. Bagi umat kristiani, nama tersebut mengandung arti firman yang hidup. Daniel akhirnya memantapkan niatnya untuk membangunnya pada lokasi itu.

Ternyata bangunan tersebut juga tersirat nilai – nilai kemanusiaan. Pernah dipakai untuk rehabilitasi anak – anak kekurangan fisik, pecandu narkoba, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), dan lainnya.

Sayangnya sempat ditutup pada tahun 2000 karena muncul pro kontra antara warga sekitar. Kabar sukacitanya, mulai dibuka kembali di tahun 2014. Sehingga banyak pelancong kembali datang.

Di balik sejarah Gereja Ayam yang penuh pro kontra, ternyata bangunan tersebut menyimpan fakta menarik dari keunikan bentuk arsitekturnya.

Bentuk Aslinya Bukan Ayam, Ada Makna Tersirat di Tiap Lantainya

Kalau masih berpikir desain bangunan itu adalah ayam, artinya kamu salah. Masyarakat mengira bentuknya seperti ayam yang sedang mengerami telur – telurnya.

Ditambah lagi pada ujung kepala terdapat mahkota seperti jengger. Sejarah Gereja Ayam bukanlah seperti itu. Bentuknya sebenarnya adalah merpati bermakna simbol perdamaian.

Tidak hanya dari desain, banyak juga yang salah paham dengan fungsinya sebagai gereja. Padahal bangunan tersebut dibangun sebagai rumah doa bagi agama apapun yang mempercayai Tuhan.

Bangunan ini punya 7 lantai dengan maknanya masing – masing. Lantai pertama menggambarkan manusia baru lahir belajar mengenal dunia. Lantai 1 berfungsi sebagai tempat doa dari kepercayaan apapun.

Lantai kedua menggambarkan tingkat kehidupan selanjutnya. Manusia dewasa sudah bisa membedakan perbuatan baik atau buruk dalam kehidupan.

Lantai ketiga bermakna masa – masa kenakalan remaja. Sehingga tidak heran kalau bangunan ini pernah digunakan untuk merehabilitasi remaja – remaja bermasalah dan orang gangguan jiwa.

Lantai keempat maknanya keanekaragaman, seni, budaya milik Indonesia. Sejarah Gereja Ayam menceritakan bahwa tempat ini pernah digunakan untuk belajar membatik bagi anak panti.

Lantai kelima dan keenam menggambarkan masa kelam manusia. Walaupun sulit, kebahagiaan akan datang. Sehingga menjadi motivasi untuk bangkit mempunyai harapan baru.

Lantai terakhir bermakna manusia harus bersyukur karena masih menikmati udara segar bersama pemandangan. Tidak heran pada tingkat ini kamu bisa melihat pemandangan seperti Candi Borobudur dan wisata lain dari ketinggian.

Walau sempat terbengkalai, kini bangunan tersebut mengalami banyak perubahan. Dari rumah ibadah sampai tempat rehabilitasi, sekarang jadi destinasi wisata. Sejarah unik Gereja Ayam jadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik